Ketua OJK memaparkan reformasi transparansi pasar modal serta penilaian MSCI atas akses dan kualitas pasar Indonesia dalam sidang kabinet.
OJK memaparkan program pembenahan
Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi memaparkan perkembangan reformasi pasar modal dalam sidang kabinet 21 Oktober 2026. Keterangan itu dipublikasikan Sekretariat Negara pada 23 Oktober.
Poin yang ditekankan meliputi transparansi informasi, likuiditas perdagangan, penegakan aturan, dan koordinasi antarlembaga. OJK menilai pembenahan tata kelola penting untuk memperkuat kredibilitas pasar bagi investor.
Apa kaitannya dengan MSCI
MSCI merupakan penyedia indeks global yang kerap digunakan investor institusional sebagai acuan alokasi aset. Penilaian akses pasar, likuiditas, dan keterbukaan informasi dapat memengaruhi persepsi investor internasional terhadap suatu negara.
OJK menyampaikan bahwa laporan MSCI Juni 2026 memberi penilaian positif pada 16 dari 18 indikator yang dibandingkan. Meski begitu, pembahasan tentang potensi perubahan klasifikasi pasar Indonesia tidak boleh ditulis seolah keputusan final sudah diumumkan.
Investor perlu melihat perbaikan yang terukur
Bagi investor ritel, aspek yang penting adalah keterbukaan emiten, kewajaran perdagangan, kualitas pengawasan, dan mekanisme penanganan manipulasi pasar.
Penguatan bursa tidak dapat diukur hanya dari kenaikan indeks beberapa hari. Evaluasi terhadap reformasi perlu dilakukan menggunakan indikator struktural dan perkembangan penilaian resmi berikutnya. Artikel ini bukan rekomendasi membeli atau menjual saham.
Gambar utama merupakan ilustrasi editorial, bukan foto peristiwa.
Sumber primer: Sekretariat Negara RI (2026-10-23). Artikel ini ditulis ulang secara independen dengan rujukan pada rilis resmi.




