Kemhan, Kemenkes, dan TNI AU menggelar simulasi ambulans udara menggunakan helikopter EC-120B Colibri di RSPPN Soedirman, Jakarta.
Simulasi ambulans udara di Jakarta
Kementerian Pertahanan bersama Kementerian Kesehatan dan TNI Angkatan Udara menggelar simulasi evakuasi medik udara di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Soedirman, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Kegiatan tersebut diumumkan Kemhan pada 23 Oktober 2026.
Latihan menggunakan helikopter EC-120B Colibri untuk menguji alur pemindahan pasien dari udara ke fasilitas perawatan rumah sakit. Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus turut menghadiri kegiatan tersebut.
Kesiapan pasien, personel, dan rumah sakit
Dua skenario yang digunakan meliputi pasien dengan patah tulang serta pasien yang mengalami henti jantung. Sesampainya di rumah sakit, masing-masing pasien diarahkan ke fasilitas penanganan sesuai kebutuhannya, termasuk kamar operasi dan laboratorium kateterisasi jantung.
Kemhan menyebut simulasi ini untuk menguji kesiapan personel, sarana, prasarana, dan koordinasi lintas instansi. Sebelumnya, fasilitas heliport RSPPN juga telah memperoleh sertifikat kelaikan pendukung penerbangan.
Mengapa relevan bagi daerah terpencil
Layanan ambulans udara dapat membantu wilayah yang terkendala akses jalan atau waktu tempuh panjang. Namun, pelaksanaannya membutuhkan prosedur keselamatan penerbangan, petugas medis terlatih, koneksi komunikasi, dan jaringan rumah sakit penerima.
Simulasi bukan berarti layanan komersial atau layanan nasional telah beroperasi penuh. Tahapan berikutnya masih bergantung pada kesiapan armada dan sumber daya manusia di masing-masing daerah.
Gambar utama merupakan ilustrasi editorial, bukan foto peristiwa.
Sumber primer: Kementerian Pertahanan RI (2026-10-23). Artikel ini ditulis ulang secara independen dengan rujukan pada rilis resmi.

